Tanggal : 29-03-2010
Remedial andragogi
Nama : dewi rumintang hutagaol
Nim : 081301055
1.Tentukan minimal satu satu teori yang dapat menjelaskan bahwa metode pembelajaran dengan metode on line yang pernah dilaksanakan pada mata kuliah andragogi sesuai dengan teori
Jawab :
Salah satu teori yang sesuai dengan teori yang berhubungan dengan metode online adalah metode belajar pemecahan masalah yang dikemukakan Robert M Gagne dan pendekatan teori belajar yang dikemukakan oleh Roger( pembelajar berinteraksi membentuk pengalaman dalam belajar) dimana teori pendekatan belajar ini dilakukan untuk orang dewasa yang sudah memahami proses belajar dengan metode online,dimana paraq ornag dewasa dapat menggunakan aturan-aturan yang sudah terstruktur dalam menghadapi masalah dan dapat menyelesaikan masalah nya sendiri sehingga jika dihadapkan pada masalah yang sama para dewasa dapat menyelesaikan nya langsung.
2.Tinjau ulang proses diskusi online yang pernah anda lakukan dengan seluruh teman kelas andragogi .coba jelaskan kelebihan dan kekurangan proses tersebut berdasarkan kajian model,metode dan teknik POD??
Jawab :
Dalam diskusi online banyak keuntungan yang didapat seperti :
1.hemat waktu
2.hemat biaya / pengeluaran
3.hemat tempat
4.bebas berada dimana saja saat berdiskusi ( walau berbeda tempat nya namun dapat berdiskusi dan mengikuti diskusi dengan mudah dengan adanya media internet )
5.memberikan pengalaman baru dalam metode belajar diskusi online yang lebih menarik
Dan dari model pembelajaran daur pengalaman berstruktur dan analisis peran dari arah program ,terapan program dan masalah alternatif pemecahan masalah semua tujuan itu sudah dapat dilakukan namun ada juga beberapa hal yang menjadi kelemahan dalam hal ini yakni banyak nya hal baru yang membuat para pembelajar menjadi kebinggungan karna masih sedikit nya informasi dan kurang pemahaman dalam metode online ini sehingga waktu untuk mencapai suatu goal yang sudah disusun menjadi lebih membutuhkan waktu yang lama terlebih buat pembelajar yang masih baru mengetahui metode ini.
3Tuliskan garis besar modul POD untuk performa yang anda lakukan bersama kelompok??
Jawab
Modul yang kami pakai adalah modul metode demonstrasi dimana judul modul kelompok kami : bunga salju 3D dari origamai , Tujuan pembelajaran nya adalah : untuk mengajari para dewasa untuk mengetahui atau mengembangkan kreatifitas dalam bermain atau membentuk suatu seni dari origami : alat dan bahan belajar nya : kertas origami 6 buah sama ukuran , gunting , selotip , hekter,penggaris ,pensil ,kegiatan belajar nya adalah : menggunakan metode demonstrasi dimana cara membuat bunga salju itu dengan pengayaan,dimana kita sebagai moderator nya memberikan metode nya langsung pada para pelajar,dan langsung belajr bersama secara prakter.sumber belajar nya : kami dapat metode ini dengan menncari dari internet lalu belajr membuat ny a sehingga kami dapat melakukan modul ini untuk didemonstrasikan dikelas dengan jumlah siswa sekitar 20 orang
4.Berkaitan dengan segala effort yang anda gunakan untuk membuat dan mengelola blog anda pengalaman belajar apakah yang dapat anda jelaskna ??
Jawab :
Saya belajar dengan metode baru yakni metode blelajar menggunakan blog , saya belajar hal yang baru dari salah satu kemajuan teknologi . Saya belajar dari pengalaman yakni saat saya terbentur dengan masalah yang saya tidak tahu dengan metode blog yang juga baru saya ketahui saya dapat bejar lebih mandiri dalam menyelesaikan msalah dan jika terjadi kesalahan yang sama saya dapat menyelesaikan masalah itu sendiri karna langsung belajar jadi lebih mudah untuk di ingat. dan dapat lebih berkreasi dalam blog saya , karna bukan hasil atau nilai yang terpenting dalam proses ini namun yang ditekankan adalah proses nya dan menyelesaikan masalah yang terjadi dengan bertanya juga dengan teman saya
Senin, 29 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
Tugas Kuliah Online I
1. Batasan pembahasan yang kelompok kami lakukan adalah :Membahas tentang komunikasi di dalam melakukan metode demonstrasi.2. Kesimpulan hasil diskusi kelompokKomunikasi adalah bagian integral penting dalam setiap proses pembelajaran. Mengingat karakteristik peserta dan peran fasilitator dalam pendidikan orang dewasa, maka model komunikasi yang cocok adalah komunikasi partisipatif karena di dalam model ini melibatkan peserta tidak hanya fasilitator saja. Maksudnya komunikasi tersebut berlangsung dua arah karena kedua pihak terlibat dalam proses pembelajaran.Metode pembelajaran juga sangat mendukung keefektifan dari proses pembelajaran itu sendiri. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan orang dewasa ini adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi adalah merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Dalam metode pembelajaran demonstrasi kita dapat menggunakan bentuk komunikasi tertulis seperti poster. Poster adalah lembar kertas atau karton dengan ilustrasi dan biasanya hanya menggunakan sedikit kata-kata. Dimana di dalam poster ini dapat berisikan langkah-langkah tentang suatu hal yang akan didemonstrasikan tersebut. Hal ini bertujuan agar peserta dapat memahami apa yang telah diperagakan dan diperlihatkan oleh fasilitator. Jadi dalam melakukan demonstrasi, fasilitator tidak hanya memperagakannya saja. Selain itu, kita juga harus menggunakan bahasa yang jelas dan tidak berbelit-belit dalam melakukan demonstrasi sehingga maksud dari tujuan demonstrasi tersebut dapat sampai kepada peserta. Metode pembelajaran demonstrasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah :a. Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.b. Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.c. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.d. Demonstrasi meyakinkan hal-hal yang meragukan apakah dapat atau tidak dapat dikerjakan.Kekurangannya adalah :a. Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.b. Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.c. Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.d. Demonstrasi dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil.3. Daftar pustakaSuprijanto, H. 2008. Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta : PT Bumi Aksaraa. http://baturajapermai.blogspot.com/2008/06/komunikasi-tertulis-dalam- pendidikan.htmlb. http://www.freewebs.com/desya/apps/blog/entries/show/587807c. http://fnpinky.wordpress.com/2009/11/05/ranah-evaluasi/d. http://dwijoko.wordpress.com/2009/10/01/media-belajar-kebijakan-publik-untuk-komunitas-buta-aksara/e. http://www.teknologipendidikan.net/wp-content/uploads/2009/10/14-KODE-03-B5-Strategi-Pembelajaran-dan-Pemilihannya.pdf4. Testimoni kami dalam melakukan proses pembelajaran online hingga selesai memposting hasil diskusi adalah :Melalui metode belajar online ini, kami dapat melakukan pencarian bahan di mana aja dan dapat berdiskusi dengan anggota kelompok maupun dengan kelompok lain tanpa harus bertatap muka. Pada awalnya, kami bingung mau online di mana, karena pada saat itu di kampus mati lampu. Akhirnya kami memutuskan untuk online masing-masing saja, terserah tempatnya di mana. Dalam mengerjakan tugas ini dari awal maupun hingga selesai kami berdiskusi dengan tidak saling bertatap muka. Dalam menyelesaikannya juga kami mencari bahan masing-masing, kemudian dipilih dan diedit. Dikarenakan banyaknya tugas yang lain kami tidak mempunyai waktu khusus untuk membuat kesimpulannya. Kami hanya berdiskusi via gtalk dan itu pun tidak lama hanya sebentar. Anggota Kelompok :1. Siti Rahma 08-042
2. Dewi R M H 08-0553. Ade 08-0814. Laura F P S 08-092
Tugas Kuliah Online I
1. Batasan pembahasan yang kelompok kami lakukan adalah :Membahas tentang komunikasi di dalam melakukan metode demonstrasi.2. Kesimpulan hasil diskusi kelompokKomunikasi adalah bagian integral penting dalam setiap proses pembelajaran. Mengingat karakteristik peserta dan peran fasilitator dalam pendidikan orang dewasa, maka model komunikasi yang cocok adalah komunikasi partisipatif karena di dalam model ini melibatkan peserta tidak hanya fasilitator saja. Maksudnya komunikasi tersebut berlangsung dua arah karena kedua pihak terlibat dalam proses pembelajaran.Metode pembelajaran juga sangat mendukung keefektifan dari proses pembelajaran itu sendiri. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan orang dewasa ini adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi adalah merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Dalam metode pembelajaran demonstrasi kita dapat menggunakan bentuk komunikasi tertulis seperti poster. Poster adalah lembar kertas atau karton dengan ilustrasi dan biasanya hanya menggunakan sedikit kata-kata. Dimana di dalam poster ini dapat berisikan langkah-langkah tentang suatu hal yang akan didemonstrasikan tersebut. Hal ini bertujuan agar peserta dapat memahami apa yang telah diperagakan dan diperlihatkan oleh fasilitator. Jadi dalam melakukan demonstrasi, fasilitator tidak hanya memperagakannya saja. Selain itu, kita juga harus menggunakan bahasa yang jelas dan tidak berbelit-belit dalam melakukan demonstrasi sehingga maksud dari tujuan demonstrasi tersebut dapat sampai kepada peserta. Metode pembelajaran demonstrasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah :a. Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.b. Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.c. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.d. Demonstrasi meyakinkan hal-hal yang meragukan apakah dapat atau tidak dapat dikerjakan.Kekurangannya adalah :a. Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.b. Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.c. Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.d. Demonstrasi dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil.3. Daftar pustakaSuprijanto, H. 2008. Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta : PT Bumi Aksaraa. http://baturajapermai.blogspot.com/2008/06/komunikasi-tertulis-dalam- pendidikan.htmlb. http://www.freewebs.com/desya/apps/blog/entries/show/587807c. http://fnpinky.wordpress.com/2009/11/05/ranah-evaluasi/d. http://dwijoko.wordpress.com/2009/10/01/media-belajar-kebijakan-publik-untuk-komunitas-buta-aksara/e. http://www.teknologipendidikan.net/wp-content/uploads/2009/10/14-KODE-03-B5-Strategi-Pembelajaran-dan-Pemilihannya.pdf4. Testimoni kami dalam melakukan proses pembelajaran online hingga selesai memposting hasil diskusi adalah :Melalui metode belajar online ini, kami dapat melakukan pencarian bahan di mana aja dan dapat berdiskusi dengan anggota kelompok maupun dengan kelompok lain tanpa harus bertatap muka. Pada awalnya, kami bingung mau online di mana, karena pada saat itu di kampus mati lampu. Akhirnya kami memutuskan untuk online masing-masing saja, terserah tempatnya di mana. Dalam mengerjakan tugas ini dari awal maupun hingga selesai kami berdiskusi dengan tidak saling bertatap muka. Dalam menyelesaikannya juga kami mencari bahan masing-masing, kemudian dipilih dan diedit. Dikarenakan banyaknya tugas yang lain kami tidak mempunyai waktu khusus untuk membuat kesimpulannya. Kami hanya berdiskusi via gtalk dan itu pun tidak lama hanya sebentar. Anggota Kelompok :1. Siti Rahma 08-042
2. Dewi R M H 08-0553. Ade 08-0814. Laura F P S 08-092
Kamis, 04 Maret 2010
. Batasan pembahasan materi :Kecerdasan Emosional dalam Pembelajaran2. http://duniapsikologi.dagdigdug.com/tag/kecerdasan-emosional/http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/2010/03/02/emosi-tidak-stabil-suka-turun-naik-sesuai-mood/http://www.scribd.com/doc/24978947/Skripsi-Psikologi-Hubungan-Antara-Kecerdasan-Emosional-Dengan-Prestasi-Belajarhttp://sekolah-dasar.blogspot.com/2009/10/kecerdasan-intelektual-iq-kecerdasan.htmlhttp://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Kecerdasan EmosionalKesimpulan :
Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi
Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang (Daniel Goleman)
Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya.
Kecerdasan Emosi mencakup semua sikap atau kemampuan pribadi, seperti :
mengenali kesadaran diri ( self awareness)
mengelola peraturan diri (self regulation)
motivasi diri
empati
membina hubungan sosial
kita memiliki 2 fikiran , yaitu saya yang berfikir (IQ) dan saya yang merasa (EQ), dan keduanya biasanya terdapat keseimbangan (Goleman)3. Lelah sekali, setelah masuk pelajaran psikologi sosial , keluarnya juga tepat jam 11.dilanjutkan paedagogi, yang akan berdiskusi online. Kami mulai berkumpul, walau sedikit sibuk dengan lihat sana- sini, lihat kelompok lain, namun kami tetap usaha untuk menyelesaikan tugas. saat searching juga waktu terasa sangat lama, ohh LoLa,,, Loading Lambat.yang kami search juga baru sedikit yang didapat, tapi kami masukkan segera link-nya ke blog. baru ingin searching lagi, tiba -tiba mati lampu. ohhh Bang Sono... (Loh???)yak, fikiran terus diasah, analisispun terus dipertajam. dikarenakan banyak lagi tugas yang akan dikumpul besok, keputusan kami adalah pulang, dan mengerjakan tugas dirumah. kalaupun mau mengerjakan didaerah kampus, tetap saja PLN tak bisa kompromi.dan saya searching terus tentang topik yang menarik bagi kami, "kecerdasan emosi", lalu membuat kesimpulan .berpacu dengan waktu . then ... finish .terima kasih>_<
Alfine Pebrina ( 08- 001)
Risa Fadila ( 08- 003 )
Dewi R.M.H ( 08- 055)
Susi Tambunan ( 08-061)
Laura Feronika (08- 092)
Assignment
Jumat, 26 Februari 2010
Tugas Kelompok II
Diposkan oleh Risa Fadila di 18:21 0 komentar
4 tahapan ujian pembaruan pendidikan menurut Nisbet:1. The Increase in Workload ( pertambahan beban kerja) ,Yaitu suatu konsep baru yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kekurangan dari konsep yang sudah ada, sehingga ketika terjadi masalah, kita tidak terlalu repot untuk mencari penyelesaiannya.Contoh :Dulu kami punya konsep bahwa ketika hendak mengikuti perkuliahan psikologi sosial, kami tidak perlu memahami topic secara mendalam, cukup hanya membacanya saja. Setelah itu, kami membuat suatu konsep baru behwa untuk mengikuti kuliah psikologi sosial, kami harus benar- benar mambaca dan memahami topic yang diajarkan, agar ketika ditanya dosen kami bisa menjawab dan tidak dikeluarkan dari kelas.2. Loss of Confidence (kehilangan kepercayaan) ,Yaitu pendidik harus mempersiapkan diri dengan baik sehingga ketika peserta didiknya memberikan ide-ide, pendidik tersebut mampu untuk merespon dan peserta didik yakin bahwa pendidik tersebut memang mahir dalam bidangnya.Contoh :Pada salah satu mata kuliah di psikologi, ada seorang dosen yang tampaknya tidak siap ketika mengajar (dosen baru). Dan ketika mahasiswa bertanya, dosen itu tidak tahu menjawabnya dan beralasan pertanyaan itu melenceng dari topic yang sedang dibahas, atau pertanyaan itu tidak masuk dalam ujian. Jadi mahasiswa beranggapan bahwa dosen itu tidak mahir sebagai pendidik.3. The Period of Confusion (masa kacau) ,Yaitu ketika konsep baru belum memiliki arah dan tujuan yang jelas, maka masalah atau gangguan mungkin saja terjadi, namun pendidik masih bisa mengatasinya.Contoh :Ketika kita dibagi dalam suatu kelompok, dimana kelompok ini belum mempunyai tujuan yang jelas, sehingga memungkinkan terjadinya social loafing, maka pendidik berperan untuk mengarahkan agar tujuan dari kelompok itu jelas.4. The blacklash ,Yaitu jika terjadi masalah, maka dipecahkan menurut upaya-upaya pembaruan.Contoh :Kami sulit menghafal begitu banyak bahan mata kuliah di psikologi, kami gunakan mind map.Anggota kelompok :
Alfine Pebrina ( 08- 001)
Risa Fadila ( 08- 003 )
Dewi R.M.H ( 08- 055)
Susi Tambunan ( 08-061)
Laura Feronika (08- 092)
Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi
Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang (Daniel Goleman)
Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya.
Kecerdasan Emosi mencakup semua sikap atau kemampuan pribadi, seperti :
mengenali kesadaran diri ( self awareness)
mengelola peraturan diri (self regulation)
motivasi diri
empati
membina hubungan sosial
kita memiliki 2 fikiran , yaitu saya yang berfikir (IQ) dan saya yang merasa (EQ), dan keduanya biasanya terdapat keseimbangan (Goleman)3. Lelah sekali, setelah masuk pelajaran psikologi sosial , keluarnya juga tepat jam 11.dilanjutkan paedagogi, yang akan berdiskusi online. Kami mulai berkumpul, walau sedikit sibuk dengan lihat sana- sini, lihat kelompok lain, namun kami tetap usaha untuk menyelesaikan tugas. saat searching juga waktu terasa sangat lama, ohh LoLa,,, Loading Lambat.yang kami search juga baru sedikit yang didapat, tapi kami masukkan segera link-nya ke blog. baru ingin searching lagi, tiba -tiba mati lampu. ohhh Bang Sono... (Loh???)yak, fikiran terus diasah, analisispun terus dipertajam. dikarenakan banyak lagi tugas yang akan dikumpul besok, keputusan kami adalah pulang, dan mengerjakan tugas dirumah. kalaupun mau mengerjakan didaerah kampus, tetap saja PLN tak bisa kompromi.dan saya searching terus tentang topik yang menarik bagi kami, "kecerdasan emosi", lalu membuat kesimpulan .berpacu dengan waktu . then ... finish .terima kasih>_<
Alfine Pebrina ( 08- 001)
Risa Fadila ( 08- 003 )
Dewi R.M.H ( 08- 055)
Susi Tambunan ( 08-061)
Laura Feronika (08- 092)
Assignment
Jumat, 26 Februari 2010
Tugas Kelompok II
Diposkan oleh Risa Fadila di 18:21 0 komentar
4 tahapan ujian pembaruan pendidikan menurut Nisbet:1. The Increase in Workload ( pertambahan beban kerja) ,Yaitu suatu konsep baru yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kekurangan dari konsep yang sudah ada, sehingga ketika terjadi masalah, kita tidak terlalu repot untuk mencari penyelesaiannya.Contoh :Dulu kami punya konsep bahwa ketika hendak mengikuti perkuliahan psikologi sosial, kami tidak perlu memahami topic secara mendalam, cukup hanya membacanya saja. Setelah itu, kami membuat suatu konsep baru behwa untuk mengikuti kuliah psikologi sosial, kami harus benar- benar mambaca dan memahami topic yang diajarkan, agar ketika ditanya dosen kami bisa menjawab dan tidak dikeluarkan dari kelas.2. Loss of Confidence (kehilangan kepercayaan) ,Yaitu pendidik harus mempersiapkan diri dengan baik sehingga ketika peserta didiknya memberikan ide-ide, pendidik tersebut mampu untuk merespon dan peserta didik yakin bahwa pendidik tersebut memang mahir dalam bidangnya.Contoh :Pada salah satu mata kuliah di psikologi, ada seorang dosen yang tampaknya tidak siap ketika mengajar (dosen baru). Dan ketika mahasiswa bertanya, dosen itu tidak tahu menjawabnya dan beralasan pertanyaan itu melenceng dari topic yang sedang dibahas, atau pertanyaan itu tidak masuk dalam ujian. Jadi mahasiswa beranggapan bahwa dosen itu tidak mahir sebagai pendidik.3. The Period of Confusion (masa kacau) ,Yaitu ketika konsep baru belum memiliki arah dan tujuan yang jelas, maka masalah atau gangguan mungkin saja terjadi, namun pendidik masih bisa mengatasinya.Contoh :Ketika kita dibagi dalam suatu kelompok, dimana kelompok ini belum mempunyai tujuan yang jelas, sehingga memungkinkan terjadinya social loafing, maka pendidik berperan untuk mengarahkan agar tujuan dari kelompok itu jelas.4. The blacklash ,Yaitu jika terjadi masalah, maka dipecahkan menurut upaya-upaya pembaruan.Contoh :Kami sulit menghafal begitu banyak bahan mata kuliah di psikologi, kami gunakan mind map.Anggota kelompok :
Alfine Pebrina ( 08- 001)
Risa Fadila ( 08- 003 )
Dewi R.M.H ( 08- 055)
Susi Tambunan ( 08-061)
Laura Feronika (08- 092)
Langganan:
Postingan (Atom)