Kamis, 04 Maret 2010

. Batasan pembahasan materi :Kecerdasan Emosional dalam Pembelajaran2. http://duniapsikologi.dagdigdug.com/tag/kecerdasan-emosional/http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/2010/03/02/emosi-tidak-stabil-suka-turun-naik-sesuai-mood/http://www.scribd.com/doc/24978947/Skripsi-Psikologi-Hubungan-Antara-Kecerdasan-Emosional-Dengan-Prestasi-Belajarhttp://sekolah-dasar.blogspot.com/2009/10/kecerdasan-intelektual-iq-kecerdasan.htmlhttp://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Kecerdasan EmosionalKesimpulan :
Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi
Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang (Daniel Goleman)
Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya.
Kecerdasan Emosi mencakup semua sikap atau kemampuan pribadi, seperti :
mengenali kesadaran diri ( self awareness)
mengelola peraturan diri (self regulation)
motivasi diri
empati
membina hubungan sosial
kita memiliki 2 fikiran , yaitu saya yang berfikir (IQ) dan saya yang merasa (EQ), dan keduanya biasanya terdapat keseimbangan (Goleman)3. Lelah sekali, setelah masuk pelajaran psikologi sosial , keluarnya juga tepat jam 11.dilanjutkan paedagogi, yang akan berdiskusi online. Kami mulai berkumpul, walau sedikit sibuk dengan lihat sana- sini, lihat kelompok lain, namun kami tetap usaha untuk menyelesaikan tugas. saat searching juga waktu terasa sangat lama, ohh LoLa,,, Loading Lambat.yang kami search juga baru sedikit yang didapat, tapi kami masukkan segera link-nya ke blog. baru ingin searching lagi, tiba -tiba mati lampu. ohhh Bang Sono... (Loh???)yak, fikiran terus diasah, analisispun terus dipertajam. dikarenakan banyak lagi tugas yang akan dikumpul besok, keputusan kami adalah pulang, dan mengerjakan tugas dirumah. kalaupun mau mengerjakan didaerah kampus, tetap saja PLN tak bisa kompromi.dan saya searching terus tentang topik yang menarik bagi kami, "kecerdasan emosi", lalu membuat kesimpulan .berpacu dengan waktu . then ... finish .terima kasih>_<
Alfine Pebrina ( 08- 001)
Risa Fadila ( 08- 003 )
Dewi R.M.H ( 08- 055)
Susi Tambunan ( 08-061)
Laura Feronika (08- 092)

Jumat, 26 Februari 2010

Tugas Kelompok II
Diposkan oleh Risa Fadila di 18:21 0 komentar
4 tahapan ujian pembaruan pendidikan menurut Nisbet:1. The Increase in Workload ( pertambahan beban kerja) ,Yaitu suatu konsep baru yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kekurangan dari konsep yang sudah ada, sehingga ketika terjadi masalah, kita tidak terlalu repot untuk mencari penyelesaiannya.Contoh :Dulu kami punya konsep bahwa ketika hendak mengikuti perkuliahan psikologi sosial, kami tidak perlu memahami topic secara mendalam, cukup hanya membacanya saja. Setelah itu, kami membuat suatu konsep baru behwa untuk mengikuti kuliah psikologi sosial, kami harus benar- benar mambaca dan memahami topic yang diajarkan, agar ketika ditanya dosen kami bisa menjawab dan tidak dikeluarkan dari kelas.2. Loss of Confidence (kehilangan kepercayaan) ,Yaitu pendidik harus mempersiapkan diri dengan baik sehingga ketika peserta didiknya memberikan ide-ide, pendidik tersebut mampu untuk merespon dan peserta didik yakin bahwa pendidik tersebut memang mahir dalam bidangnya.Contoh :Pada salah satu mata kuliah di psikologi, ada seorang dosen yang tampaknya tidak siap ketika mengajar (dosen baru). Dan ketika mahasiswa bertanya, dosen itu tidak tahu menjawabnya dan beralasan pertanyaan itu melenceng dari topic yang sedang dibahas, atau pertanyaan itu tidak masuk dalam ujian. Jadi mahasiswa beranggapan bahwa dosen itu tidak mahir sebagai pendidik.3. The Period of Confusion (masa kacau) ,Yaitu ketika konsep baru belum memiliki arah dan tujuan yang jelas, maka masalah atau gangguan mungkin saja terjadi, namun pendidik masih bisa mengatasinya.Contoh :Ketika kita dibagi dalam suatu kelompok, dimana kelompok ini belum mempunyai tujuan yang jelas, sehingga memungkinkan terjadinya social loafing, maka pendidik berperan untuk mengarahkan agar tujuan dari kelompok itu jelas.4. The blacklash ,Yaitu jika terjadi masalah, maka dipecahkan menurut upaya-upaya pembaruan.Contoh :Kami sulit menghafal begitu banyak bahan mata kuliah di psikologi, kami gunakan mind map.Anggota kelompok :
Alfine Pebrina ( 08- 001)
Risa Fadila ( 08- 003 )
Dewi R.M.H ( 08- 055)
Susi Tambunan ( 08-061)
Laura Feronika (08- 092)

0 komentar:

Posting Komentar